Pendidikan Sejarah

Ilmu Pendidikan dan Agama

Tentang Jurusan

Ini dia info lengkap tentang jurusan impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

Jurusan Pendidikan Sejarah adalah program studi yang menawarkan pemahaman mendalam tentang berbagai peristiwa, tokoh, dan budaya yang membentuk perjalanan waktu manusia. Kamu tidak hanya belajar fakta-fakta historis, tetapi juga mengembangkan keterampilan analisis, penelitian, dan penyampaian informasi sejarah secara sistematis. Mereka mempelajari perkembangan masyarakat, politik, ekonomi, dan budaya dari masa ke masa, melacak transformasi peradaban, serta memahami dampaknya pada dunia kontemporer. Selain itu, kamu juga akan belajar mengenai metodologi penelitian sejarah, sehingga mereka dapat menyusun narasi sejarah yang kritis dan objektif. Sebagai seorang calon pendidik, tentunya kamu juga dibekali dengan keterampilan komunikasi, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menyampaikan cerita sejarah dengan gaya yang menarik dan relevan bagi berbagai kalangan. Salah satu aspek menarik dari jurusan ini adalah kemampuan mahasiswa untuk memahami perbedaan sudut pandang dalam sejarah, mempertimbangkan berbagai narasi, dan menggali aspek-aspek yang mungkin terabaikan. Dengan demikian, mahasiswa Pendidikan Sejarah tidak hanya menjadi penjaga warisan budaya, tetapi juga agen perubahan yang dapat membentuk cara pandang masyarakat terhadap masa lalu. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran yang interaktif dan mengasyikkan, jurusan Pendidikan Sejarah tidak hanya membentuk sejarawan masa depan, tetapi juga pendidik yang mampu menyampaikan sejarah dengan penuh semangat.

Prospek Karier

Sudah terbayang mau jadi apa setelah lulus? Ini beberapa pilihan karier yang bisa jadi pilihanmu.

Lihat Karier Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang

Rekomendasi Kampus

Temukan kampus yang banyak diminati dengan reputasi baik, lulusan berkualitas, dan prospek kerja yang cerah

university
Negeri
logo
Universitas Tanjungpura
Universitas Tanjungpura didirikan pada tanggal 20 Mei 1959 dengan nama Universitas Daya Nasional di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional sebagai sebuah universitas swasta. Pendirinya merupakan tokoh-tokoh politik dan pemuka masyarakat Kalimantan Barat, yang dikoordinasikan langsung oleh Oevaang Oeraay. Pada saat berdiri universitas ini memiliki dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Tata Niaga. Para tenaga pengajar pada masa-masa tersebut adalah para sarjana dan sarjana muda yang terdapat di daerah Kalimantan Barat.[2] Status Universitas Daya Nasional berubah menjadi Universitas Negeri Pontianak berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 53 Tahun 1963 Tanggal 16 Mei 1963. Namun tanggal peringatan penetapan status universitas negeri ditetapkan 20 Mei 1963 dengan nama Universitas Negeri Pontianak dan ditandai pula dengan dibukanya dua fakultas baru yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik serta perubahan nama Fakultas Tata Niaga menjadi Fakultas Ekonomi. Sejalan dengan situasi politik RI tahun 1965, nama universitas diubah menjadi Universitas Dwikora (berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 278 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965), sekaligus menandai pembukaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).[3] Akhirnya nama Universitas Dwikora berganti lagi menjadi Universitas Tanjungpura (Untan), berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 171 Tahun 1967. Nama Universitas Tanjungpura ini berasal dari nama Kerajaan Tanjungpura yang terletak di Kalimantan Barat. Hingga saat ini, Untan telah memiliki sembilan Fakultas dengan jenjang pendidikan hingga doktoral (S3) serta memiliki Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.
university
Swasta
logo
Universitas PGRI Madiun
IKIP Daerah Madiun pada tahun pertama berhasil membuka 3 program studi, yaitu: Pendidikan Umum (PU), Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pasti. Jumlah mahasiswa untuk tahun pertama ada 76 mahasiswa yang berasal dari Madiun dan sekitarnya. Perkuliahan dilaksanakan pada sore hari dan menggunakan sekolah-sekolah di Kotamadya Madiun. Hal itu dilakukan karena IKIP Daerah Madiun belum mempunyai gedung dan sarananya pun masih terbatas. Sehingga tempat perkuliahannya berpindah-pindah tergantung pihak sekolah yang mau diajak kerjasama. Sekolah yang pertama kali digunakan, yaitu SMP Negeri 6 kemudian berpindah di SMA Negeri 3 yang sekarang dipakai oleh SMP Negeri 2, Gedung perpustakaan daerah yang sekarang menjadi Plaza Sri Ratu. Masalah lain yang dihadapi IKIP Daerah Madiun, yaitu terbatasnya dana pengembangan, kekurangan tenaga pengajar maupun administrasi, belum memiliki gedung perkuliahan yang memadai, dan belum mendapatkan status yang jelas. Berkat kerja keras dan kekompakan para pengelola dan bantuan pemerintah daerah serta sekolah-sekolah, IKIP Daerah Madiun dapat bertahan.Sebagai suatu perguruan tinggi, status merupakan hal yang harus dimiliki sebagai simbol legalitas akan kewenangan-kewenangan, hak dan kewajibannya sehingga masyarakat memberi kepercayaan terhadap lembaga tersebut. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang menyatakan, bahwa perguruan tinggi swasta yang sudah memiliki status terdaftar diperbolehkan mengadakan perkuliahan sendiri. Sedangkan ujian negaranya berada di lingkup jurusan sejenis yang memiliki status diakui atau disamakan. Untuk itu YAPPERTIM berjuang untuk mendapat status. Salah satu usahanya, yakni mengintegrasikan diri dengan IKIP Sarmidi Mangunsarkoro yang berpusat di Malang dan namanya berganti menjadi IKIP Sarmidi Mangunsarkoro (tahun 1974) dan sebagai pimpinannya: Rektor I Drs. Mujiono, Rektor II R. Soekarman, dan Rektor III Drs. SoeparnoUsaha IKIP Sarmidi Mangunsarkoro belum menghasilkan status yang diharapkan dan selanjutnya IKIP Daerah Madiun menginduk ke IKIP Negeri Surabaya, terutama dalam pelaksanaan ujian negara. Pada tahun 1975 IKIP Sarmidi Mangunsarkoro di Madiun oleh YAPPERTIM diserahkan kepada Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur dan dibina oleh Yayasan Pembina Pendidikan Penguruan Tinggi Daerah VIII PGRI Jawa Timur. Nama IKIP Sarmidi Mangunsarkoro di Madiun mulai tanggal 5 Juni 1975 diubah dan diberi nama IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun. Tanggal perubahan dan penetapan nama tersebut di atas oleh pengelola IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun ditetapkan sebagai hari Dies Natalis IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun. Berkat perjuangan Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur, dengan Surat Kopertis Wilayah VII tanggal 17 Mei 1976 No. 85/I/1976, mulai tanggal 17 Mei 1976 IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun mendapat Status Terdaftar.
university
Negeri
logo
Universitas Negeri Jakarta
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia merasakan kurangnya tenaga kependidikan di semua jenjang dan jenis lembaga pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah mendirikan berbagai kursus pendidikan guru. Sekitar tahun 1950-an, pada jenjang di atas pendidikan menengah didirikan B-I, B-II, dan PGSLP yang bertugas menyiapkan guru-guru untuk sekolah lanjutan. Usaha-usaha untuk meningkatkan mutu dan jumlah guru terus dilakukan melalui pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri P dan K No. 382/Kab tahun 1954. PTPG ini didirikan di empat kota yakni Batusangkar, Manado, Bandung, dan Malang. Dengan demikian terdapat dua macam lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru, yaitu Kursus B-I/B-II/PGSLP dan PTPG. Kedua lembaga ini kemudian diintegrasikan menjadi satu lembaga pendidikan melalui berbagai tahap. Pada tahun 1957, PTPG diintegrasikan ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada universitas terdekat. Berdasarkan PP No. 51 tahun 1958 Fakultas Pedagogik diintegrasikan ke dalam FKIP. Pada tahun 1963, oleh Kementerian Pendidikan Dasar didirikan Institut Pendidikan Guru (IPG) untuk menghasilkan guru sekolah menengah; sementara berdasarkan Keputusan Menteri P dan K No. 6 dan 7, tanggal 8 Pebruari 1961 Kursus B-I dan B-II diintegrasikan ke dalam FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi yang juga menghasilkan guru sekolah menengah. Dualisme ini dirasakan kurang efektif dan mengganggu manajemen pendidikan guru. Untuk mengatasi ini maka kursus B-I dan B-II di Jakarta diintegrasikan ke dalam FKIP Universitas Indonesia. Melalui Keputusan Presiden RI No. 1 tahun 1963 tanggal 3 Januari 1963, ditetapkan integrasi sistem kelembagaan pendidikan guru. Salah satu butir pernyataan Keppres tersebut adalah bahwa surat keputusan ini berlaku sejak 16 Mei 1964, yang kemudian dinyatakan sebagai hari lahirnya IKIP Jakarta. FKIP dan IPG diubah menjadi IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan). FKIP Universitas Indonesia dan IPG Jakarta diintegrasikan menjadi IKIP Jakarta. Dalam perkembangan selanjutnya IKIP diberi perluasan mandat untuk mengembangkan ilmu kependidikan dan non kependidikan dalam wadah universitas. IKIP Jakarta sejak tanggal 4 Agustus 1999 berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berdasarkan Keppres 093/1999 tanggal 4 Agustus 1999, dan peresmiannya dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 31 Agustus 1999 di Istana Negara. Hari jadi Universitas Negeri Jakarta ditetapkan sama dengan hari jadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta yang merupakan cikal bakal Universitas Negeri Jakarta yaitu pada tanggal 16 Mei 1964.
university
Swasta
logo
STKIP Taman Siswa Bima
STKIP Taman Siswa Bima terinspirasi dari pengalaman panjang sang Pendiri (pemilik) Yayasan Drs. H Sudirman yang sejak tahun 1980-2002 mendirikan dan mengelola sekolah-sekolah menengah, termasuk Lembaga-lembaga kursus. Di dukung oleh latar belakang pendidikannya sebagai guru (pengajar) lahirkan tekad dan semangat dengan daya juang tinggi untuk mendirikan dan mengelola perguruan tinggi dan perguruan tinggi tersebut bernama STKIP Taman Siswa Bima. Dengan visi, misi dan rencana strategis (renstra) yang terukur dan dengan dukungan tenaga pengajar / dosen yang telah memiliki jabatan fungsional dan kepangkatan akademik, STKIP Taman Siswa terus membuktikan eksistensinya, hal itu terlihat dari dosen STKIP Taman Siswa yang tengah studi lanjut (S2 dan S3) di perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Saat ini seluruh prodi tersebut telah terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal tersebut menandakan bahwa kami telah menyelenggarakan pendidikan tinggi berstandar nasional. Adapun visi misi STKIP Taman Siswa Bima adalah sebagai berikut: Visi : Menghasilkan Sarjana Pendidikan yang BERADAB dengan keunggulan Kewirausahaan yang Berdaya Saing Internasional pada Tahun 2029. Misi : 1. Menyelenggarakan tridarma untuk memenuhi tuntutan masyarakat atau pengguna lulusan Pendidikan Tinggi. 2. Menyiapkan Lulusan atau Ilmuwan dibidang Kependidikan yang memiliki kemampuan, keahlian Akademik dan ketrampilan menuju manusia yang beradab dan berdaya saing. 3. Menyelenggarakan penelitian, pengabdian pada masyarakat yang kreatif, inovatif baik pada level regional, nasional maupun internasional. 4. Menyelenggarakan penerapan kurikulum kewirausahaan berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). 5. Menjalin kerjasama dengan stakeholders secara simultan yang saling menguntungkan dengan pemerintahan daerah ditingkat regional, nasional maupun iternasional. Tujuan : 1. Meningkatkan keunggulan institusi dan program studi dalam peringkat nilai akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia yang Beradab. 2. Menghasilkan lulusan sarjana pendidikan yang profesional, kreatif, inovatif dalam pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi yang di landasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. 3. Mengembangkan kurikulum pendidikan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang di landasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa yang berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) 4. Meningkatkan penelitian, pengabdian pada masyarakat yang kreatif, inovatif baik pada level regional, nasional maupun internasional 5. Meningatkan kerjasama dengan stakeholders secara simultan yang saling menguntungkan dengan pemerintahan daerah ditingkat regional, nasional maupun iternasional dalam pengembangan ipteks dan riset.
Lihat Kampus Lainnya
Menu
Profil
Riwayat